Mau tau tips ampuh untuk bisnis UKM? berbisnis memang bukan perkara mudah. Jika dalam satu hari ada usaha yang dibuka, maka akan ada pula usaha yang tutup di waktu itu juga. Untuk itu, perkara membuka usaha memang bukan perkara yang bisa dikerjakan asal-asalan. Butuh lebih dari sekadar keterampilan, ketelatenan, dan etos kerja yang serius, tapi juga perencanaan yang matang.

Singkatnya, hasrat untuk memiliki usaha sendiri, dengan harapan sukses tentunya, harus diimbangi dengan cara-cara yang logis dalam mencapainya. Ketiadaan hal ini dalam berusaha hanya akan menjadi mimpi belaka. Untuk itu, berikut lima tips bisnis UKM ampuh agar bisnisnya terus berkembang.

 

Ciptakan Rencana Matang/Strategy Business

Istilah untuk perencanaan di sini adalah forecasting, alias proyeksi bisnis. Intinya, calon pengusaha harus mampu meramalkan kondisi bisnis yang akan terjadi, baik untuk usahanya sendiri maupun bidangnya secara umum.

Tidak hanya sekadar feeling, proyeksi bisnis pun ada ilmunya tersendiri, yakni menganalisis data. Calon pengusaha bisa menggunakan data statistik atau laporan-laporan yang sudah ada. Cara lainnya adalah berkonsultasi dengan ahli.

Pada prinsipnya, calon pengusaha nantinya harus bisa mengestimasi pengeluaran, mulai dari persiapan modal, biaya operasional, target pendapatan, dan langkah untuk mencapai target tersebut. Dengan rancangan yang jelas, pengusaha nantinya akan memiliki kemudahan dalam mengambil keputusan bila ada sesuatu yang tidak sesuai ramalan.

 

Berinovasi

Sudah jelas bahwa persaingan yang ketat diakibatkan ada banyaknya pilihan-pilihan baru yang bermunculan. Untuk itu, inovasi adalah hal utama yang sangat sakral dan harus masuk dalam forecasting. Itu artinya, setelah periode tertentu dalam forecasting, pengusaha harus sudah memiliki rencana untuk melakukan riset untuk membuat sesuatu yang baru.

Inovasi pun memiliki macam-macam jenis. Jenis yang umumnya mengalami perubahan atau penambahan adalah varian produk, misalnya McDonald menambah produk Nasi Uduk untuk mencoba lebih akrab dengan lidah Indonesia.

Di sisi lain, inovasi juga terjadi dalam dimensi produk atau harga, misalnya Cokelat Tobleron yang memilih mempertahankan harga namun memperkecil produknya. Perubahan harga untuk merespon sesuatu atau diskon untuk momen tertentu juga termasuk inovasi dalam harga. Tentunya masih banyak lagi jenis inovasi yang bisa dikembangkan, termasuk utak-atik ongkos produksi atau distribusi.

 

Berjejaring

Berjejaring tentu tidak hanya sebatas mengikuti akun-akun di media sosial. Namun, perlu juga seorang pengusaha muda untuk masuk dalam komunitas. Dalam wadah yang memiliki ketertarikan yang sama, potensi untuk mengembangkan sesuatu yang baru atau hanya bertukar pikiran akan lebih mudah.

Secara langsung, kegiatan ini akan menciptakan iklim progresif bagi yang ingin usahanya berkembang. Sebab, berbagai informasi atau masukan mengenai sesuatu yang baru jadi mudah terserap. Itu artinya potensi usaha untuk berkembang akan lebih besar.

Selain berkumpul untuk berdiskusi, komunitas biasanya juga akan sering menggelar festival atau pameran. Dengan mengikuti acara seperti ini, visibilitas produk pengusaha akan lebih tinggi ketimbang yang hanya memasarkannya sendiri. Sebagai contoh, komunitas pedagang sate menggelar festival sate, tentu produk nyeleneh seperti sate buntel isi kikil pedas akan menarik perhatian.

 

Berkolaborasi dengan Usaha Lain

Di dunia ini tidak ada yang sukses sendiri. Anggapan itu mungkin benar karena sekarang mulai sering digaungkan bisnis dengan cara kolaborasi. Dengan pemahaman akan kebutuhan pasar dan karakter konsumen, akan sangat terbuka peluang untuk kolaborasi antar lini usaha.

Salah satu usaha berbentuk mitra adalah startup transportasi seperti Gojek. Seperti yang diketahui, Gojek yang merupakan bisnis pemesanan ojek daring tidak memiliki satu pun armada. Sebaliknya, cara yang dilakukan adalah bermitra dengan siapa saja. Itu juga yang terjadi dengan produk turunannya seperti GoFood dan GoTix, yaitu adanya kebutuhan pasar yang besar.

Bentuk kolaborasi pun bisa dalam bentuk merger agar modal usaha pun bisa terbagi. Pada prinsipinya, kolaborasi harus sejalan dengan sikap bisnis yang direncanakan saat forecasting. Selain perkara akselerasi, paling tidak kolaborasi bisa menambah visibilitas produk, termsuk berkolaborasi dalam pemasaran di Instagram.

 

Menciptakan Kontrak Usaha

Dengan mempertimbangakan forecasting yang sejak awal dibangun, menciptakan kontrak usaha akan menjadi tahap paling akhir jika ingin terus berkembang. Kontrak usaha tidak hanya berguna dalam berkolaborasi, tapi juga melindungi usaha secara hukum. Suatu usaha yang memiliki legalitas bukan hanya terlihat profesional, tapi juga kredibel.

 

Pada intinya, tips bisnis UKM satu ini menganjurkan siapa pun yang ingin berkembang harus selalu berani keluar ruangan untuk mencari peluang kerja sama dalam hal kontrak usaha. Mulai dari perusahaan yang lebih besar hingga lembaga antarpemerintah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here