Apa sebenarnya yang membuat karya desain terlihat bagus dan menarik? Ada beberapa syarat dalam menciptakan karya grafis yang berkualitas. Hanya mengandalkan kemampuan mengoperasikan software grafis saja belum cukup. Software grafis hanyalah sarana atau teknologi untuk membantu dalam mendesain. Dibutuhkan teknik memilih komputer Desain Grafis dan lebih dari kemahiran mengoperasikan software grafis.

Seringkali orang berpendapat bahwa desain itu tentang kreativitas. Padahal semua itu adalah produk dari aturan-aturan yang dibuat sebelum desain mulai dikerjakan. Kita tidak mendesain langsung begitu saja, tanpa ada pertimbangan. Karena itu akan merusak proyek dan klien mungkin tidak akan memakai jasa kita lagi.

Metode yang menjadi acuan bagi desainer grafis profesional adalah prinsip-prinsip desain grafis. Bagi orang awam, kehadiran prinsip-prinsip desain bisa saja tidak kelihatan karena telah menjadi kesatuan dengan keseluruhan desain yang dihasilkan. 

Namun, desainer grafis harus memiliki kemampuan mengolah prinsip-prinsip desain Grafis untuk bisa menghasilkan hasil akhir yang tak hanya bagus secara estetika namun juga efektif. Karya desain yang efektif artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang baik itu mencuri perhatian atau kemampuannya dalam menyampaikan pesan dengan baik.

Prinsip Dasar Desain Grafis

Dalam ilmu desain grafis, ada beberapa aturan yang perlu digunakan untuk menyusun elemen desain menjadi sebuah karya yang tak hanya sesuai tapi juga menarik perhatian audiens. Walaupun penerapan prinsip-prinsip penyusunan tidak bersifat mutlak, namun karya seni yang tercipta harus layak disebut karya yang baik. Maka dari itu, tetap dianjurkan menggunakan prinsip-prinsip desain sebagai panduan dalam menghasilkan karya yang baik.

Prinsip-prinsip desain yang perlu diterapkan yaitu keseimbangan, proporsi, penekanan, irama, dan kesatuan. Prinsip-prinsip itu saling melengkapi satu sama lain yang disertai dengan pemilihan komputer Desain Grafis yang tepat. Dengan memperhatikan prinsip desain grafis dan memiliki komputer yang tepat, seharusnya Anda dapat menghasilkan karya desain yang bagus dan efektif. Di bawah ini merupakan prinsip-prinsip desain grafis yang penting untuk diketahui.

Keseimbangan (Balance)

Color Balance

Seperti halnya manusia yang membutuhkan keseimbangan hidup, keseimbangan juga diperlukan dalam karya desain grafis. Jika suatu desain tidak memenuhi prinsip keseimbangan maka akan terasa ada kejanggalan pada desain tersebut. Dalam desain grafis, keseimbangan berarti pembagian sama berat, baik secara visual maupun optis. Keseimbangan diperlukan agar tercipta desain yang komunikatif dan memenuhi rasa estetika yang indah.

Pastikan juga untuk mengingat bahwa setiap elemen dalam suatu desain memiliki bobot. Bobot ini bisa berasal dari warna, bentuk, ukuran dan tekstur. Dengan memahami keseimbangan, kita akan memikirkan penempatan elemen pada desain, agar tidak terhambur. Misalnya tidak menempatkan elemen yang berbobot tinggi pada satu tempat saja. ini akan menimbulkan efek negatif pada sisi lain dalam desain, seolah bagian lain tidak begitu penting. Padahal dalam suatu kesatuan desain, semuanya memiliki peran penting.

Penekanan (Emphasis)

Penekanan atau dalam bahasa Inggris (emphasis) secara harfiah berarti memberi arti penting. Ini merupakan prinsip desain yang mengacu pada pemberian kepentingan khusus untuk satu atau bagian tertentu dari desain. Istilah lain dari penekanan yaitu focal point atau center of interest, yaitu penonjolan salah satu elemen visual untuk menarik perhatian audiens.

Penekanan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu kontras, isolasi, dan penempatan objek. Satu hal yang harus diingat, penonjolan tidak diterapkan pada semua elemen visual yang ada, hanya elemen yang memuat informasi paling penting saja. Hal itu untuk menghindari kesan crowded karena semua elemen visual ditekankan. Penekanan yang bagus dipengaruhi juga oleh komputer Desain Grafis dengan spesifikasi yang baik, terkadang hanya komputer tertentu saja yang dapat memberikan sarana penekanan yang bagus.

Dalam penyampaian pesan melalui desain, terdapat informasi yang perlu diutamakan atau lebih penting dibandingkan informasi lainnya. Untuk itu, diperlukan penekanan melalui unsur-unsur visual. Penekanan dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan penggunaan ukuran huruf yang lebih tebal, besar, warna yang mencolok atau kontras, ukuran gambar/ilustrasi yang besar, arah atau pergerakan bidang dan lainnya.

Kontras (Contrast)

Kontras

Kontras adalah prinsip desain yang penting karena memungkinkan kita untuk menarik elemen-elemen terpenting pada desain dan memberikannya penekanan. Kontras terjadi ketika dua elemen desain bertentangan satu sama lain, misalnya: warna hitam dan putih, kotak dan bulat, titik dan garis, tebal dan tipis, modern dan tradisional. Penggunaan kontras ini dipengaruhi teknik penggunaan komputer, karena hanya komputer tertentu yang dapat memberikan kontras dengan baik.

Dengan kekontrasan desain, kita bisa memandu mata audiens menuju ke bagian terpenting dari desain dan membantu mengatur informasi lebih mudah. Contoh sederhananya, warna background harus berlawanan dengan warna tulisan, agar lebih mudah dibaca. Memberikan penebalan, warna berbeda pada teks terpenting dari desain.

Ketika ingin mencari contoh desain yang benar-benar kuat kontrasnya, pasti didalamnya hanya menampilkan 2 Jenis font berbeda saja. Itu karena kontras dapat dicapai secara efektif  dengan dua font berbeda dan satunya itu memiliki bentuk yang kuat. Jika ditambahkan lagi satu jenis font, maka itu mungkin akan mengacaukan. Kecuali kita bisa menetralisirnya dengan menggunakan prinsip desain lainnya.

Ritme (Rhythm) dan Pengulangan (Repetition)

Pengulangan merupakan prinsip desain yang penting untuk memperkuat tampilan keseluruhan desain. Prinsip ini akan menghubungkan elemen-elemen berbeda agar mereka tetap teratur  dan lebih konsisten. Sedangkan ritme adalah pembuatan desain dengan prinsip yang menyatukan irama. Bisa juga berarti pengulangan atau variasi dari komponen-komponen desain grafis. Ritme dapat dicapai melalui elemen linear, bergantian, gradasi, atau bentuk yang rumit.

Ritme dapat diciptakan dengan repetisi dan variasi. Repetisi adalah penyusunan unsur visual yang diulang-ulang secara konsisten. Sedangkan variasi pengulangan unsur visual yang disertai dengan perubahan ukuran, bentuk, dan posisi. Sebagai contoh, ilustrasi pohon yang ditebang disusun secara berulang dengan perubahan ukuran dan jarak sehingga menciptakan kesan dinamis. Pengulangan bentuk tersebut menimbulkan keteraturan dan pola seperti barcode.

Gerakan (Movement)

Prinsip gerakan akan mengendalikan elemen dalam suatu komposisi sehingga mata diarahkan untuk berpindah dari satu area ke area yang lainnya. Maka informasi yang diberikan akan tepat kepada audiens. Gerakan akan menciptakan narasi dan ceritapada desain. Namun jika tanpa gerakan yang tepat, desain akan menghasilkan keacakan dan terhambur. Mata audiens pasti akan kemana-mana dan kebingungan.

Dalam hal ini, Spesifikasi komputer Desain Grafis menjadi sangat penting, karena software untuk desain biasanya ukurannya besar.  Gerakan visual ini lebih dikenal didunia desain grafis sebagai “flow” atau aliran.

Kesatuan (Unity)

Kesatuan dalam prinsip desain grafis adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Dengan prinsip kesatuan dapat membantu semua elemen menjadi sebuah kepaduan dan menghasilkan tema yang kuat, serta mengakibatkan sebuah hubungan yang saling mengikat.

Prinsip kesatuan dalam desain juga dapat didefinisikan sebagai pengaturan yang tepat pada elemen-elemen desain untuk memberikan keselarasan secara keseluruhan. Desainer menggunakan kesatuan agar elemen-elemen dalam suatu komposisi tampak berhubungan. Ketika setiap elemen memiliki hubungan visual yang jelas antara satu dan lainnya, maka lebih mudah disatukan.

Ketika persatuan sudah tercapai, maka komposisi menjadi tidak berantakan atau membingungkan, desain lebih terorganisasi  dan membangkitkan kualitasnya, dan konsep akan dikomunikasikan dengan lebih jelas. Desain akan terlihat lebih menarik, dinamis, dan tidak monoton ketika menampilkan adanya sedikit perubahan unsur-unsur grafis.

Misalnya perubahan ukuran dan volume bidang, jenis huruf atau penambahan warna yang dapat menambah atau mengurangi berat objek. Dengan adanya perubahan kemiripan objek maka desain akan terlihat lebih bervariasi.

Ruang (Space)

Ruang

Ruang dalam desain mengacu pada jarak, area tertentu dalam suatu komposisi. Ruang dapat dibagi menjadi 4, diantaranya: ruang negatif (negatif space), ruang positif (positif space), ruang tiga dimensi (3d), dan ruang dua dimensi (2d). Untuk bisa memahaminya lebih dalam, mari kita bahas satu per satu.

Ruang Positif dan Negatif

Ruang positif adalah ruang dimana tempat subjek utama dalam suatu komposisi desain. Ini merupakan titik fokus dalam satu kesatuan desain. Sebagai contoh dalam memperlihatkan ruang positif  berwarna hitam berbentuk vas bunga. Itulah titik fokus atau bentuk yang ingin disampaikan kepada audiens, bahwa ini adalah vas bunga.

Ruang negatifadalah area kosong dalam desain yang mengelilingi subjek, sifatnya lebih pasif, dan didefinisikan sebagai tepi dari ruang positif yang ada disekitarnya. Ruang negatif berwarna hitam yang bentuknya persegi mengelilingi subjek atau bisa dikatakan sebagai latar belakang. Penggunaan ruang ini sebaiknya diperhatikan pula jenis komputer sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

Anda juga bisa memanfaatkan ruang negatif untuk memberikan kesan dan arti tertentu pada suatu komposisi. Sebagai tempat peristirahatan mata audiens ketika dapat mengenali maksud dari ruang negatif tersebut. Banyak yang suka mengabaikan ruang negatif, padahal masih bisa memberikan sesuatu yang artistik.

Ruang Dua Dimensi dan Tiga Dimensi

Ruang dua dimensi memiliki bentuk visual yang tampak datar atau tidak memiliki kedalaman, setiap mata yang melihat pasti mengasumsikan dua dimensi. Hanya memiliki panjang dan lebar. Gambar dua dimensi tampak datar dibandingkan 3 dimensi. Padahal keduanya berada pada bidang yang sama. Itu karena tiga dimensi sudah diberikan sentuhan kedalaman. Sentuhan ini bisa berupa warna terang ke gelap atau arsiran padat ke arsiran tidak padat.

Proporsi

Proporsi adalah perbandingan dimensi atau distribusi bentuk yang merupakan hubungan dalam skala antara satu elemen dengan lainnya atau antara semua objek dengan salah satu bagiannya. Perbedaan proporsi dalam sebuah komposisi dapat menciptakan bobot dan kedalaman visual.

Proporsi dapat diartikan pula sebagai perubahan ukuran/size tanpa perubahan ukuran panjang, lebar, atau tinggi, sehingga gambar dengan perubahan proporsi sering terlihat distorsi. Sebagai contoh, ilustrasi peti mati yang juga merupakan pilar gedung disusun secara berulang, berurutan namun dengan perubahan skala, menghasilkan perspektif atau proporsi satu poin.

Teknik Pemilihan Komputer Desain Grafis

Untuk menunjang prinsip-prinsip desain grafis yang telah diuraikan diatas, kini Anda tinggal memilih jenis komputer yang tepat. Upayakan membeli komputer yang memiliki motherboard limited edition karena daya tahannya jauh lebih baik daripada motherboard mahal yang diproduksi secara massal. Kemudian pilih prosesor jenis intel karena bandel dan tidak gampang panas.

RAM pada komputer Anda minimal harus 8GB karena semakin banyak kapasitas RAM, maka proses mendesain dan editing akan semakin cepat. Selanjutnya pilih VGA dengan bit yang sesuai dengan komputer Anda. Harga VGA yang mahal bukan berarti ia bagus dan cocok dengan komputer Anda. Agar komputer semakin mantap, gunakan power supply yang berkualitas supaya memberikan kestabilan pada kinerja komputer. Nah, demikianlah beberapa prinsip-prinsip dasar dan teknik pemilihan komputer desain grafis yang wajib Anda ketahui. Dengan memadukan beberapa prinsip desain Komputer yang khusus untuk desain grafis, maka pesan yang terkandung pada media dapat tersampaikan dengan baik.

, maka pesan yang terkandung pada media dapat tersampaikan dengan baik.