Paper Cup adalah gelas sekali pakai yang terbuat dari bahan kertas dan seringkali dilapisi lagi dengan lilin atau plastik supaya air tidak bocor atau meresap ke dalam kertas. Sekarang ini paper cup sangat populer di seluruh dunia. Gelas kertas ini bisa digunakan untuk minuman dingin ataupun hangat. Gelas ini juga lebih ramah lingkungan daripada gelas plastik, karena lebih mudah didaur ulang.

Paper Cup ini memiliki berbagai gaya dan ukuran tentunya. Untuk itu, perlu memilih yang paling tepat sesuai kapasitas. Karena setiap bisnis bisa memiliki jenis paper cup yang berbeda tergantung pada penggunaan dan kebutuhan bisnis. Ada gelas yang tanpa lengan dan yang memiliki lengan kertas untuk melindungi tangan pengguna dari suhu air. Ada pula yang tersedia dengan tutup dan tanpa tutup. Mereka dibuat sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan.

Kelebihan Paper Cup

Gelas sekali pakai ini bisa digunakan untuk menyajikan kopi, teh, ataupun sekadar air putih. Dengan demikian, gelas kertas ini bisa menjadi penyelamat saat terburu-buru, karena sangat praktis. Paper Cup sudah digunakan secara luas dalam industri minuman, hotel, kafe, kantin sekolah, dan bisnis katering. Gelas kertas ini semakin populer karena mereka cukup terjangkau dan lebih nyaman digunakan daripada jenis gelas lain.

Manfaat lain dari Paper Cup ini bisa dicetak, dan bisa bertindak sebagai media iklan. Baik itu desain logo, gaya, karakter, atau informasi lain apa pun bisa dicetak ke permukaan. Itu akan menciptakan paper cup dengan gaya khusus dan membangun merek. Jika Anda memiliki bisnis misal restoran atau kafe, menggunakan logo di gelas dapat menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan kapasitas dan mengakrabkan bisnis kepada audiens target.

Kekurangan Paper Cup

Selalu ada semacam reverse logic dalam berbagai hal. Atau sebut saja sebagai di balik atau di belakang kelebihan paper cup, gelas ini memiliki kekurangan yang bisa diperdebatkan.

1. Residu Kertas

Residu pada kertas bisa saja kebawa, paling tidak dalam porsi yang sedikit bisa melarut di minuman. Terutama bagi minuman-minuman hangat, kopi dan teh itu. Padahal residu di bahan-bahan ini tentu bukan ditujukan untuk dikonsumsi. Jadi mungkin hal ini bisa dijadikan parameter untuk mempertimbangkan kembali penggunaan gelas ini. Atau paling tidak, dalam poin nomor satu ini adalah jangan terlalu sering menggunakan paper cup.

2. Kehigenisan Gelas

Kalau gelas kaca atau kaleng, kita biasanya cuci dulu sebelum memakai. Namun itu tidak dilakukan pada penggunaan umum paper cup. Penggunaan gelas ini biasanya dibeli dari supplier atau toko, lalu langsung dibuka dan digunakan. Padahal kita tidak tahu, apakah proses produksi di pabrik paper cup ini benar-benar kebersihannya terjamin 100%. Karena di pabrik bisa saja ada debu atau zat lain mungkin. Nah berkaca dari situ, tingkat kehigenisan dan kebersihan gelas kertas ini bisa meragukan.

3. Keramahan Lingkungan

Karena paper cup ini terbuat dari kertas, tentu kita bisa katakan ini lebih ramah lingkungan. Karena kita tahu bahwa daur ulang kertas lebih mudah daripada plastik. Sehingga kita bisa memakainya, setelah itu kosong dan langsung saja dibuang ke tempat sampah. Karena setelah itu, mereka dapat didaur ulang. Secara teori begitu, tetapi fakta di lapangan bahwa daur ulang membutuhkan teknologi yang mahal. Juga terkait infrastruktur untuk pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan itu terlihat belum memadai di negara kita. Mungkin itu karena membuat atau memproduksi kertas baru lebih mudah daripada melakukan daur ulang tersebut. Sehingga keramahan lingkungan terkait penggunaan gelas kertas seperti ini pun masih bisa diperdebatkan lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here