Dengan membuat desain buku menu yang mengesankan, memungkinkan untuk membuat pelanggan semakin tertarik dengan makanan dan minuman yang ada di restoran atau kafe Anda. Buku menu lebih dari sekedar dari daftar menu yang disediakan. Bahkan terkadang tampilan gambar pada buku menu bisa mempengaruhi apa yang ingin dipesan oleh pelanggan. Dan ini merupakan alat yang mampu mengkomunikasikan identitas restoran dan dapat mendorong keuntungan jika dirancang dengan baik.

Berikut adalah beberapa tips untuk membuat tampilan visual pada buku menu supaya terlihat lebih berkelas.

Mengatur Daftar Menu Menjadi Beberapa Bagian

Dengan mengelompokkan daftar makanan dan minuman pada menu menjadi beberapa bagian, dapat mempermudah pelanggan mencari hidangan sesuai kelompok-kelompok menu secara berurutan. Misalnya memulainya dengan makanan utama atau pembuka.

Gunakan Foto Dengan Hemat

Jika foto-foto terlalu ramai justru akan terlihat seperti selebaran dan kurang terlihat profesional. Jadi lebih baik menggunakan foto tidak terlalu banyak, tetapi berkualitas tinggi. Namun tetap harus berhati-hati dalam penggunaan foto, karena foto yang ditampilkan mewakili menu yang ditawarkan. Misalnya tidak perlu terlihat terlalu mewah berlebihan, jika menu yang disediakan adalah standar seperti restoran pada umumnya.

Gunakan Ilustrasi Menu Restoran

Bukan hanya fotografi saja, supaya desain buku menu terlihat lebih mengesankan dapat dengan menambahkan ilustrasi yang bernuansa restoran. Pada umumnya ilustrasi mampu mengkomunikasikan identitas dan membuatnya lebih menarik.

Jangan Menekankan Angka Nominal Harga

Biasanya desain buku menu restoran menghindari penekanan nominal harga. Hal ini supaya tidak membuat pelanggan terlalu sadar akan seberapa uang yang akan mereka keluarkan. Misalnya jika harga 50.000 rupiah, tulis saja 50K. Karena hal seperti ini mungkin saja berpengaruh pada sebagian orang.

Supaya lebih halus, dapat dengan menggunakan tipografi dan warna yang menyaru. Misalnya jika background berwarna hitam, bikin saja teks harga berwarna abu-abu, sehingga visualnya tidak terlalu mencolok di mata. Dan disarankan untuk tidak membuat urutan peringkat dari harga terendah ke tinggi maupun sebaliknya. Campur saja.

Gunakan Kotak

Untuk selain buku menu, mungkin kotak-kotak terkadang bisa membuat desain terlihat kaku. Namun bagi desain buku menu, hal ini sangat bermanfaat untuk merapikan tata letak atau layoutnya. Kotak-kotak dapat membantu mengelompokan makanan pembuka, makanan penutup, minuman, menu khusus, dan sebagainya.

Tipografi

Tipografi yang efektif akan mengkomunikasikan identitas restoran dan menghasilkan daftar menu yang mudah dibaca. Pemilihan jenis font sebaiknya dipertimbangkan dengan faktor-faktor lain, seperti jumlah teks yang diperlukan supaya pas dan nyaman.

Pertimbangan kombinasi tipografi huruf yang menyenangkan ketika dilihat. Teknik tipografi khusus sebenarnya dapat menarik seseorang ke bagian-bagian tertentu. Untuk itu dapat dimanfaatkan sebagai penekanan pada menu-menu tertentu.

Pilih Warna Yang Sesuai

Pemilihan warna dapat disesuaikan dengan selera pelanggan atau tema restoran, mungkin terdengar sederhana, tetapi pilih yang paling cocok saja. Pada desain buku menu seperti ini, merah biasanya berarti merangsang nafsu makan, hijau berarti sehat, biru dianggap penekanan supaya ingin makan. Namun lebih baik sesuaikan saja.

Tambahkan Elemen-Elemen Spesial

Kemungkinan menu dapat berisi rasa yang berbeda-beda. Maksudnya begini, misal ada makanan yang berasa pedas. Jadi ketika membuat desain pada daftar menu yang pedas, dapat menambahkan elemen-elemen desain dalam bentuk cabe, merica,  api, atau sejenisnya yang menggambarkan bahwa makanan tersebut pedas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here